Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Kamis, 06 Juni 2019

Aisyah binti Abu Bakar Perempuan Cerdas dan Zuhud




Bercerita soal Aisyah binti Abu Bakar tidak akan beres satu SKS. Satu semester mungkin, ya. Maa syaa Allah indah sekali setiap kisah yang ia jalani. Selain memang romantisme hubungan dengan Rasulullah, ia juga adalah istri yang mulia. Bahkan Allah janjikan Aisyah sebagai istri Nabi Muhammad di dunia dan akhirat. Perempuan paling beruntung!

Tidak ada perempuan di umat ini yang bahkan seluruh perempuan di dunia ini yang lebih tinggi ilmunya daripada Aisyah. Sebagian ulama mengatakan Aisyah lebih utama dari ayahnya, Abu Bakar. Aisyah adalah ahli Fiqih Rabbani pembawa satu perempat ilmu agama. ketika ia berumur 16 tahun ia telah memenuhi segenap pelosok bumi dengan ilmu. Dalam meriwayatkan hadis, ia adalah perawi ulung tiada tanding.

Aisyah dinikahi Rasulullah ketika ia berusia 6 tahun. Ia menjadi ibu bagi seluruh orang yang beriman sepanjang masa. 

Aisyah mendidik jiwa dan raganya dalam pola zuhud ayah dan suaminya. Maka, seluruh lembaran kehidupan Aisyah merefleksikan tingkat kezuhudan yang tiada tara dari segenap kenikmatan duniawi dan perhiasannya. Hatinya hanya haus dengan keridhaan Allah.

Abdullah bin Zubair pernah berkata, “Aku tidak pernah menemukan perempuan yang lebih dermawan dari Aisyah dan Asma, meskipun gaya kezuhudannya berbeda. Aisyah membiarkan hartanya terkumpul hingga ketika dirasa telah cukup banyak, maka dia akan membagikan semuanya.”

Ada satu kisah bagaimana bunda kita ini sangat tidak mementingkan dirinya sendiri. Ia lebih mengasihi orang lain dengan hartanya. Suatu hari, ia diberikan sejumlah 100.000 dirham oleh Muawiyah. Maka Aisyah langsung membagikannya dan tidak menyisakan sedikit pn. Sehingga Muawiyah berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya engkau sedang berpuasa. Mengapa engkau tidak sisakan 1 dirham saja untuk membeli daging?’ Aisyah menjawab, ‘Kalau saja tadi kamu ingatkan kepadaku, maka pasti aku akan melakukannya.’

Kezuhudan Aisyah tiada tanding. Tidak heran karena ia besar di lingkungan yang baik. Bagaimana tidak, Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah yang paling dermawan. Ia menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan dakwah sehingga tidak ada harta yang tersisa untuk keluarganya sepeserpun karena Abu Bakar bersaksi bahwa ia meninggalkan Allah dan Rasul-Nya sesudah cukup baginya.

Aisyah merasa takut terjerumus dalam godaan dunia, sehingga berusaha menjauhkan tubuhnya dari tempat tidur, membersihkan hatinya dari ketamakan, dan hasrat hidupnya membumbung tinggi meninggalkan hal hal remeh. Kezuhudannya berdasarkan ilmu yang luas dan akidah yang mendalam.
Aisyah hanya takut kalau dunia menghalangi ibadah kepada Allah. Dengan demikian, ia sering menangis ketika membaca surat Ath Thur ayat 27. “Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.”

Perempuan masa ini harus semangat menuntut ilmu. Perempuan dianjurkan dan didorong oleh agama untuk sadar atas kebutuhannya dengan ilmu. Bahkan, Rasulullah memberikan waktu khusus bagi perempuan yang ingin belajar. Oleh karena itu, perempuan masa kini harus semangat menuntut ilmu. Hiasi akal dengan ilmu pengetahuan yang memperindah perangai. Tuntutlah ilmu yang mampu membuat diri semakin dekat dengan Allah.

Perempuan yang berada di akhri zaman ujiannya luar biasa dahsyat. Fitnah tersebar luas bagai debu ditiup angina. Harta dijadikan dewa. Harta adalah ujian, sehingga Aisyah saja benar-benar memahami bahwa sedirham yang ia miliki adalah milik Allah.

Aisyah tidak memikirkan bagaimana jika ia lapar, bagaimana jika dapur tidak mengebul. Karena baginya makan adalah untuk memenuhi energi kembali melakukan ibadah. Jika kita belajar kezuhudan dari Aisyah, tidak aka nada lagi ketamakan. Tidak ada lagi persengketaan karena ketidak adilan.

Semoga Allah membimbing kita. Menunjukkan jalan yang lurus agar kita termasuk hamba-hamba yang selalu berserah diri. Kemudian yakinlah bahwa Allah adalah donator terkaya se-Jagat Raya. Maka iman adalah proposal terbaiknya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar