Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Minggu, 17 Maret 2019

Suru, Jadi Netizen Julid di Debat Cawapres



  

Assalamualaikum, teman-teman.
Jadi aku mau lanjut bahas tentang Rokok, ya.

Saat debat kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres), grup Smoke Free Agents rame, donk. "Ayok, pantau terus jangan sampai terlewat" hahahaha. Soalnya tema debat pada Ahad, 17 Maret 2019 adalah mengenai isu Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakeraan, Sosial dan Budaya."Coba nanti kita lihat siapa yang berani bilang bahwa rokok adalah masalah kesehatan?"

Sambl mantau, HP udah siap bikin status:

"Para Bapak Cawapres kalau udah ngomong masalah stunting gue deg-degan. Napa, ya? Ah, tapi meleset dari ekspektasi terus; gemes dah"

Waktu  panelis membacakan pertanyaan untuk para kandidat, menanyakan soal stunting yang masih dialami banyak masyarakat Indonesia khususnya masyarakat miskin, kedua kandidat pun menyinggung ASI yang wajib diberikan kepada bayi yang baru lahir hingga terpenuhi.

"Pemberian ASI mah udah otomatis dari lahir emaknya ngasih. Ya, percuma klau dikasih ASI tapi utrisi lainnya gak terpenuhi. Biar terpenuhi nutrisi anak-anak miskin, mahalin harga rokok biar sembako yang paling banyak dibeli setelah beras adalah telur, bukan rokok."

"Gak cuma harga rokok yang dimahalin, ya. Tapi juga jangan bisa dibeli batangan. Nah, lho! Pasti banyak yang mikir berjuta kali kan kalau ngeluarin duit buat beli rokok seharga 70.000?"

Setelah bahas stunting, ada lagi kartu yang digunakan masyarakat untuk mengakses layanan pemerintah. Cawapres nomor 1 mau bikin banyak kartu buat kesehatan, pendidikan, dan segala macemlah ya, pokoknya. Cawapres nomor 2 ingin memaksimalkan chip yang ada di KTP, jadi gak perlu banyak kartu buat merasakan berbagai fasilitas negara.Seketika netizen berkomentar soal banyaknya kartu, ini-itu segala macem.

"Kenapa komentarin kartu, dah? Mau satu atau banyak kartu kalau masyarakat miskin masih gampang beli rokok, bahkan mau buang air aja harus ngerokok gak ngefek dah kartu buat nyumbat wkwkwkwk" Aku baca fakta kalau ada orang yang kalau mau buang air besar harus ngerokok dulu; dan itu banyak di masyarakat.

Beralih ke masalah pendidikan. UN mau dihapus, makasih Pak! Itu yang viral soalnya. Terus temen-temen banyak yang update, "Kenapa dihapusnya UN gak jaman gue aja, sih!" Yaelah, udahlah udah lulus juga wkwkwkwkwk.

"Perbaiki pendidikan baiknya dari mana? Itu, warung deket sekolahan jangan jual rokok sama jangan ada spanduk rokok juga. Jangan sampai otak anak Indonesia banyak nikotin."


Jam-jam krtis datang, hiyaaaa iklan rokok berdatangan. Parah, lagi debat cawapres bahas isu kesehatan; eh iklan seenak dewek di sela jeda debat. Good!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar