Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Minggu, 10 Februari 2019

New Generation of Smoke Free Agents 3.0 Ready for Action!

Hai, pembaca setia sarahmotivaaaaaaaaa kembali lagi dengan ceritaku, ya. Kok rasa-rasanya udah lama gak nulis lagi di website, ya. Kangen ih hahaha.

Jadi, aku mau ceritain pengalaman aku dan teman-teman yang telah mengikuti Diskusi dan Mini Bootcamp bersama  Smoke Free Agents (SFA). Kalian masih asing gak sama Smoke Free Agents?

Aku kasih bocoran sedikit, ya. Jadi, SFA ini adalah kumpulan pemuda Indonesia yang peduli terhadap pengendalian tembakau bertujuan untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan generasi yang sehat dilindungi oleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT).

Kok aku  bisa ikutan, sih?



Nah, kenapa kami bisa gabung di SFA, kami melewati dua seleksi. Dari ratusan pendaftar secara online terpilih 40 calon relawan tetap. Kemudian kami di seleksi menjadi 20 relawan yang mendapatkan kesempatan untuk pembekalan pada Ahad, 3 Februasi 2019 di Nutrifood Inspiring Centre.

Terus di sana ngapain aja?

Banyak yang kami lakukan di sana. Kenalan sama temen baru, makan cemilan, main, makan siang, main lagi deh hahahaha. Jadi, jadi.. kami di sana belajar banyak hal yang sebelumnya gak tau sama sekali, deh. Dimulai dari diskusi kelompok, persentasi, dapat materi, dan merencanakan kampanye.

Bahasan diskusi yang kami lakukan sesuai dengan tema acara, yaitu "Remaja vs Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok" yang difasilitatori oleh Komnas PT.

Diskusi menolak iklan dan sponsor industri rokok

Setiap kelompok diskusi terdiri dari tiga sampai empat orang. Pandangan mengenai iklan rokok di media sosial bahkan iklan YouTube, televisi, media cetak, promosi industri rokok,  hingga iklan rokok yang mucul di bioskop-bioskop dibahas tuntas.

Kenapa sih, harus bahas tentang kayak begituan?

Kenapa, ya? Kalau hasil diskusi aku sama temen kelompok karena iklan rokok itu adalah pintu pertama seseorang terutama anak-anak mengenal rokok. Dan, data dari World Health Organization pada tahun 2013, dari negara ASEAN hanya Indonesia saja lho yang masih berkeliaran tuh iklan-iklan rokok di segala media. Hih, kesel akutuuuh hahaha.

"Kalau iklan rokok dilarang berarti membatasi hak untuk mengiklankan donk? Lagian kan iklan rokok itu tayangnya dibatasi, masih mending lah!"

H-E- double L-O!Itu bukan hak. Jangan mau dimacem-macemin sama industri rokok, gaes. Ada yang harus kita kedepankan sebagai hak. Apa itu? Kesehatan masyarakat. Undang-Undang Dasar 1945 Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia dan salah satu kesejahteraan yang harus diwujudkan sebagai cita-cita bangsa Indonesia!

Presentasi hasil diskusi tentang larangan iklan rokok

Iklan rokok dibatasi gimana? Boro-boro ceuk orang sunda mah. Penyiaran iklannya dari pukul 21.00 sampai 05.00 kan, ya? Ini nih, yang baru aku sadari. DI TV Nasional penyiaran iklan itu memang dibatasi. Nah, kalau di Jakarta dan sekitarnya pukul 05.00 bagian Waktu Indonesia Barat, tapi kalau yang  Waktu Indonesia Tengah jam berapa? jam 06.00 kan? Nah, terus yang wilayah Waktu Indonesia Timur jam 07.00, dimana anak-anak sekolah udah pada bangun, udah mau pergi sekolah. Ini poin pertama.

Apa lagi coba?

Acara-acara sepak bola yang disponsori industri rokok. Pernah gak sih liat ada gelas komentator acara sepak bola yang ada logo industri rokoknya? bukan kah itu termasuk iklan juga? Terus baju pemain sepak bola yang ada logo industri rokoknya? Ya, sama aja nge-iklanin. Kapan tayang acara sepok bola? sore; good!



"Jangan berlebihan sama industri rokok, sih. Kan banyak pekerja yang cari uang buat nafkahin keluarga, terus petani tembakau juga kasian. Kalau indutri rokok ditutup nanti banyak pengangguran, lho!"

Dulu sih, iya aku mikirnya kayak gitu juga. Tapi, setelah aku ikut Mini Bootcamp ini aku jadi paham banget. Gaes, kita harus tau, kalau tembakau itu panennya cuma ketika kemarau aja. Jadi, petani tembakau itu mereka punya cadangan lahan yang bisa dipanen. Mereka lebih banyak menghidupi keluarganya dengan hasil panen yang bukan dari hasil tembakau.Lucunya lagi, tembakau di Indonesia itu 40 persennya impor dari Cina.



Terus masalah pekerja di pabrik rokok. Sebenarnya, tidak lebih dari satu persen pekerja dan terus menurun karena kebanyakan industri rokok sudah menggunakan mesin atau mekanisasi di industri rokok. Jadi, masih mau menganggap 'kasihan' lagi, gak? Toh, sejauh ini sudah banyak lho, pekerja yang di PHK industri rokok, padahal belum ditutup tuh pabrik rokoknya hoahoahoa.

Jadi ya, gaes. Isu-isu 'jahat' gitu adalah permainan politiknya industri rokok. Waspadalah waspadalah!

Industri rokok itu duitnya buanyak, gaes! Kalian bayangin aja; mereka  ngasih beasiswa, jadi sponsor buat kegiatan pemuda baik musik atau olah raga, iklan-iklan di TV aja pake artis terkenal, modelnya banyak, terus juga memperlihatkan keindahan Indonesia; itu modalnya gede coooy!

Iklan rokok juga menggunakan subliminal. Apaan tuh? Jadi, iklan rokok menayangkan sesuatu yang menyenangkan sehingga dapat mempengaruhi alam bawah sadar kita kayak quotes yang sering didenger contohnya: "Gak ada lo gak rame" dan bungkus rokoknya sudah pakai animasi yang lucu-lucu buat narik bocah-bocah. Ya, Allah sebegitunya, ya.


"Iklan rokok itu paling cerdas dan paling manipulatif."
Nah, sedikit dulu ya yang aku bagi hasil diskusinya. Terus, apa sih yang bisa kita lakukan setelah mengetahui fakta-fakta kebohongan industri rokok?

Kita bisa melakuan kampanye-kampanye kecil yang dimulai dari diri sendiri untuk melawan fakta-fakta tersebut. Bisa dari media sosial kalian, share ke teman sekitar; teman nongkrong, teman komunitas, atau siapa pun.



Selain dapat materi mengenai kebohongan industri rokok, kami difasilitasi untuk berdiskusi membuat kampanye apa yang bisa kami lakukan setelah Mini Bootcamp. Kampanye harus didasari dari keresahan dan memaksimalkan kemampuan yang kami miliki, ya begitulah pesan dari Kak Iman Mahaputra Zein yang punya banyak ide cemerlang untuk melakukan Creative Campaign. 

"Campaign bukan untuk didengar, tapi untuk terdengar!"-Kak Iman 

Coba, cobaaa kita simak nih kesan dari Farhan, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jaarta setelah mengikuti Bootcamp:

"Saat pertama kali ikut pembelajaran dan bergabung di Smoke Free Agents banyak pembelajaran mengenai hal-hal baru. Misalnya tentang perbandingan tembakau antar negara dan taktik iklan rokok. SFA mengajarkan tentang pentingnya kesehatan serta hal-hal yang sangat berkaitan untuk bebas rokok baik yang berada di sekitar kita ataupun mempengaruhi orang lain. Serta mendapatkan banyak inovasi untuk melakukan kebaikan."

Pokoknya Alhamdulillah ini adalah kesempatan terbaik untuk teman-teman Smoke Free Agents Generasi 3.0. Semoga dapat selalu bersinergi dalam kebaikan khususnya pada isu pengendalian tembakau!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar