Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Minggu, 13 Januari 2019

Brave: Kini Siap Segala Risiko

Aku yakin dan sangat yakin bahwa semua orang punya impian. Dan aku pun percaya bahwa semua orang ingin hidup dengan melakoni kehidupannya dengan penuh semangat. Seperti permainan, hidup tanpa sedikit pun beban, merdeka, serta semua terasa indah karena berawal dari gairah yang benar-benar terpancarkan dalam diri.

Aku tidak pernah mengatakan bahwa untuk menggapai impian adalah soal mudah, karena kehidupan tidak melulu menjamin kemudahan. Tetapi selalu memberikan harapan bahwa semua bisa terwujud selama kita mau berusaha dan mempunyai satu tujuan.



Tulisan ketiga adalah Brave; berani. Apa maksud berani di sini? Setelah kita memulai, lalu bertahan pada situasi yang mungkin baru kita hadapi untuk menjalani transformasi kehidupan, selanjutnya adalah berani mengambil risiko yang harus kita hadapi untuk naik level dalam mencapai impian kita.

Bertahan memang tak mudah. Seperti pohon yang tumbuh semakin besar dan tinggi, terpaan angin akan semakin dahsyat. Namun itu semua akan menjadi hal yang biasa karena proses waktu yang bergulir.

Kita tidak pernah merencanakan untuk mendapatkan kegagalan, bukan? Tetapi, kita harus mengakui sebuah kenyataan, bahwa risiko selalu ada dalam sebuah usaha. Tak peduli siapa kita dan bagaimana latar belakangnya, risiko selalu datang dalam sebuah aspek kehidupan.

Namun, risiko bukan lah alasan untuk membuat kita takut, bahkan, lebih parahnya membuat kita berhenti untuk berusaha. Impian tidak akan terwujud dengan cara seperti itu.

Lagi, seperti nasihat Yuhan Yusufella Yuwono dalam buku The Dreams Line soal risiko. Baginya, risiko bagaikan seorang sahabat dalam mengarungi kehidupan impian kita untuk dapat terus belajar dan berkembang dari sebuah pengalaman. Seorang nahkoda hebat tak pernah memohon untuk datangnya ombak kecil dalam pelayaran. Tetapi, ombak besar lah harapan utamanya agar mendapatkan sebuah pengalaman dahsyat untuk menjadikannya seorang nahkoda bermental hebat!

Ada sebuah pertanyaan untuk kita sama-sama pelajari. Apakah pernah ada seseorang yang hebat dalam bidangnya hanya mendapatkan tantangan atau risiko kecil dalam perjalanan kariernya?

Seseorang yang hebat diakui keganasannya dalam menaklukkan segala bentuk rintangan yang ada dalam kehidupannya, sehingga membuat dirinya dikagumi orang lain atas perjuangannya.Mereka sadar, tak ada jalan satu pun yang dapat ditempuh tanpa menghadapi sebuah risiko. Mau tidak mau, risiko selalu ada dan harus dihadapi dengan berani!  

Ketika perjuangan sudah dimulai, jangan sampai kita loyo hanya gara-gara tantangan yang menghadang begitu dahsyat. Cara agar tetap berani menghadapi kenyataan tersebut adalah dengan mengingat kembali impian yang pernah sangat kita harapkan. Oleh sebab itu, aku menyarankan agar impian ditulis di tembok kamar atau pintu saat keluar kamar.

Dan ingat lah selalu bahwa Allah adalah pemiliki skenario terbaik dalam hidup kita. Ketika kesulitan berada di depan mata, itu artinya Allah ingin menguji kita tentang keseriusan dalam mencapai impian. Karena sesungguhnya, ketika Allah memberikan kesulitan, Dia sudah menyiapkan banyak sekali  kemudahan berbarengan dengan datangnya kesulitan itu, seperti yang Allah janjikan dalam Alquran surat Al-Insyirah ayat lima dan enam.

"Silakan Anda melabeli diri Anda sendiri sebagai seorang pejuang atau pun pecundang! Semua akan terjawab jika Anda sudah berani memulai mengangkat panji bendera impian Anda untuk Anda perjuangkan!"- Yuhan Yusufella Yuwono
Mari lejitkan diri dengan berani hadapi segala risiko untuk mencapai impian. Karena ketika kita memutuskan untuk diam risiko pun tetap akan kita terima. Segala prosesnya adalah pembelajaran bagi kita. Niatkan segala usaha yang kita perjuangkan adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah agar tidak merasa sia-sia yang kita jalani. Karena sesungguhnya, jika kita niatkan segala apa yang kita lakukan untuk Allah sebagai bentuk ibadah, kita tidak akan pernah merasa 'percuma' sebab kita diciptakan Allah adalah untuk beribadah, bukan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar