Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Selasa, 09 Oktober 2018

Assalamuaaikum, pembaca setia blog sarahmotiva!
Sudah lama ya, rasanya gak cerita-cerita lagi. Padahal cerita yang aku pengen tulis kali ini udah lama banget, dan udah lama banget niatan pengen cerita. Tapi, karena berbagai alasan diantaranya sibuk dan banyak malesnya, akhirnya aku bisa cerita disela-sela nunggu jam kelas di stand Ekspresi. Bay the way, hari ini adalah H-2 Ekspresi, lho!

Masih ingat cerita Training for Trainer FSLDK Indonesia yang di laksanakan di AL-Huriyyah IPB gak? pernah aku post di postingan sebelumnya. Nah, acara TFT itu kan diperuntukkan bagi teman-teman perwakilan FSLDK tingkat Provinsi yang kemudian tugas kami adalah menyalurkan ilmu yang kami dapatkan kepada seluruh Lembaga Dakwah Kampus di Provinsi masing-masing.

Kegiatan ilmu tersebut dinamakan Pelatihan Managemen Lembaga Dakwah Kampus (PM-LDK). Aku mewakili FSLDK Banten, sehingga aku harus menyalurkan ilmu TFT ku kepada seluruh LDK di Banten.

FSLDK Banten memiliki banyak LDK, oleh sebab itu kami dibagi menjadi empat zona. Di PM-LDK ini, kami membagi dua wilayah; zona 3 dan 4 di Poltekes Kemenkes Banten pada Ahad, 9 September 2018 dan di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Mansyur  pada Sabtu-Ahad, 15-16 September 2018.

Aku sangat bersykur karena Allah memberikan aku kesempatan untuk dapat mengikuti TRaining for Trainer FSLDK Indonesia, sehingga aku bisa bertemu banyak teman-teman LDK se-Banten. Selain itu, aku dapat berbagi dan belajar dari mereka.

Oya, aku fokus di Komisi D, yakni tentang Humas dan Media seperti yang aku ceritakan di postingan tentang Focus Group Discussion saat TFT. Jujur, aku mulai mencintai dunia media sejak aku mendapatkan amanah di LDK Syahid dan sambil belajar di UIN Community. Selain materi yang disampaikan Kak Ammar Yassir saat TFT aku banyak berbagi penglaman mengani media di LDK Syahid dan proses belajar yang aku jalani.



Kesempatan pertama mengisi tentang Humas dan Media adalah di Poltekes Kemenkes, Banten. Aku dan rombongan LDK Syahid dan beberapa tutor PM-LDK mengendarai sepeda bermotor. kami konoy dari kampus UIN Jakarta. Perjalanan yang cukup jauh, harus menempuh kurang lebih satu setengah jam.




Aku bersama Kak Sas Ampal, ia adalah ketua umum LDK Ummulfikroh, UIN Banten. Kami menyampaikan apa yang kami dapatkan saat TFT; mengenai brand, berdakwah melalui media sosial yang baik dan menarik, dan lain-lain.

Selain materi yang kami sampaikan, peserta PM-LDK melakukan diskusi tentang rancangan di LDK masing-masing untuk mempersiapkan strategi dakwah menarik minat mahasiswa baru agar gabung LDK.



Alhamdulillah, PM-LDK pertama bejalan lancar. Teman-teman LDK sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan. Selain itu, bagi aku pribadi, ini merupakan ajang silaturahmi dengan teman-teman LDK yang berada di zona 3 dan 4.



Nah, pengalaman yang lebih super keren adalah saat menjadi trainer di zona 1 dan 2. Benar-benar sebuah perjuangan yang gak biasa banget!

Lokasi STAISMAN itu di Pandeglang. Acara PM-LDK dimulai pukul 07.30 di hari Sabtu. Aku menyiasati agar  sampai tepat waktu, oleh sebab itu aku berangkat Jumat sore ke rumah Kak Yuli, demisioner Kaderisasi LDK Syahid, dan merupakan Trainer Komisi B (Kaderisasi) FSLDK Banten. Aku berangkat dari Ciputat pukul 16.00. Alhamdulillahnya bareng sama adik kelas Kak Yuli, Maba Fikes 2018. Singkat cerita, aku harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melahkan hehehe. Aku sampai di rumah Kak Yuli sekitar pukul 22.00.



Paginya kami berangkat pukul 07.00 dari rumah Kak Yuli. Aku pikir jarak rumah Kak Yuli ke Pandeglang dekat. Ternyata cukup jauh huehue. Nah, asyiknya aku dan Kak Yuli menyempatkan diri untuk ke Masjid AlBantani. Masjid ini terletak di tengah-tengah kota. Tidak jauh dari masjid ini, merupakan pusat pemerintahan Provinsi Banten. Masjid yang besar dan memiliki halaman yang luas. Kata Kak Yuli, biasanya upacara bendera Agustusan dilaksanakan di halaman masjid. Wah, Maa Syaa Allah sekali, ya. Kita dapat belajar dari Banten bahwa Indonesia ini tidak bisa terlepas dari nilai-nilai Islam. Apalagi, setelah mendengar sharing dengan Ketua FSLDK Banten, Kaka Rahmat Alfiansyah, ia bercerita bahwa Banten menjadi cikal bakal munculnya ulama-ulama yang melatar belakangi berdirinya Lembaga Dakwah Kampus.



Kami melanjutkan perjalanan ke Pandeglang. Aku semakain yakin, bahwa Banten merupakan Provinsi yang islami. Perjalanan menuju tempat tujuan, aku melewati alun-alun Kota Pandeglang, dan aku membaca tulisan yang diukir di temboh\k, "Pandeglang Berkah". Kemudian tidak jauh dari lokasi acara, terdapat tugu yang cukup  tinggi yang memiliki tiga sisi diukir asmaul husna.

Sesampainya di lokasi, kami disambut oleh pnitia dengan ramah. Perbedaan PM-LDK dkali ini adalah, kami kami dan seluruh peserta bermalam karena agendanya yang lebih banyak. Tentunya, ini pengalaman yang luar biasa bukan?

Aku mengisi training sekitar pukul 17.00. Tidak banyak materi yang berbeda dari pelatihan sebelumnya. Perbedaannya adalah penyampaiannya. Aku harus sendiri tidak lagi dengan Kak Sas, karena LDK UIN Banten sedang mngadakan jaulah ke LDK Salam UI.



Esok harinya aktivitas kami adalah jalan-jalan ke Taman Bunga. Kami harus berjalan menuju Taman Bunga tersebut. Sambil jalan, kami, para akhwat membagikan khimar syar'i secara gratis kepada penduduk yang kami lewati.

Taman Bunganya sederhana. Menjadi banyak pengunjung karena bunga-bunga di taman beraneka ragam yang terlihat indah karena lebat. Cekrek! cekrek! puas foto-foto di Taman Bunga Nusantara, kami harus pulan terlebih dahulu, karena aku mengejak kereta yang berangkat dari Rangkas Bitung sekitar pukul 13.00.



Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Barakallahu fiikum!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar