Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Jumat, 28 September 2018

Keadilan dan Kesejahteraan Bersosmed

Assalamu'alaikum, teman-teman!
Tugas manusia adalah sebagai pemimpin di muka bumi, seperti yang tertera dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 30 sudah menjadi hal yang familiar, bukan?
Allah berfirman, "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfrirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Pada kesempatan kali ini, aku akan sedikit berbagi tentang tugas seorang muslim untuk menjadi pengguna sosial media yang baik. Apa hubungannya dengan ayat Alquran di atas? Jelas ada hubungannya, dong. Coba kalian hubung-hubungin, kira-kira apa yang terbayang dari benak teman-teman? Hehehe

Baiklah, Allah menjadikan manusia sebagai khalifah, artinya Dia memberikan kepercayaan kepada kita untuk mengurus segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini. Manusia diberikan hawa nafsu oleh Allah. Hawa nafsu tersebut menjadi sangat penting bagi kita sebagai pengatur. Hawa nafsu dapat dijadikan suatu kekuatan manusia untuk dapat mengatur alam semesta ini. Bagaimana jadinya jika malaikat, yang Allah tidak berikan nafsu. Tidak akan ada perubahan signifikan hingga saat ini. Tidak ada nafsu untuk mengelola alam raya, tidak ada nafsu untuk saling mengasihi terhadap sesama, dan tentunya tidak ada nafsu untuk berbuat sesuatu dengan cinta. Konotasi nafsu tidak melulu yang negatif, ya.

Manusia memang mahkluk yang merusak dan menumpahkan darah. Itulah sifat manusiawi dari nafsu. Karena nafsu harus sedikit banyak dikendalikan oleh rasio. Tentunya, apa yang sudah Allah tetapkan untuk manusia memiliki alasan.

Dari nafsu tersebutlah, manusia memiliki kecenderungan yang berbeda-beda, kemudian ada keinginan untuk meningkatkan apa yang dimili dari dirinya. Itulah yang menjadi alasan mengapa manusia memiliki potensi dan cita-cita.

Allah menjadikan potensi itu beragam. Potensi yang mansia miliki adalah bukti kemuliaan manusia yang Allah jadikan sebagai khalifah. Alquran surat At-tin ayat empat yang berbunyi, sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar