Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Senin, 14 Agustus 2017


Deadline Future

(Upaya Membangun Kecerdasan Hidup Masyarakat)

Oleh : Sarah Muthi’ah Widad

Nama saya Sarah Muthi’ah Widad, saya lahir di Bogor, kota yang dijuluki sebagai kota hujan pada tanggal 11 April 1997. Saat ini saya sedang menjalani pendidikan dijurusan  Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya tidak hanya belajar pada ruang kelas  program studi yang sedang dijalani, tetapi saya mengajar private mengaji dan lembaga bimbel mata pelajaran Kimia SMA, aktif di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Lembaga Dakwah Kampus, Himpunan Mahasiswa program Studi Pendidikan Kimia, Komunitas Sekolah Pohon Inspirasi Bogor, dan anggota komunitas Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) Bogor. Menurut saya kegaiatan- kegiatan yang saya jalani saat ini adalah belajar. Belajar adalah hobi saya, selain memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa dalam ranah akademik, hobi belajar saya juga adalah menambah pengalaman dalam mengasah kemampaun dan berorganisasi.

            Tahun 2015  saya lulus Madrasah Aliyah Mu’allimien Muhammadiyah Leuwiliang Bogor dengan meninggalkan beberapa prestasi akademik seperti juara lomba olimpiade Kimia Aliyah tingkat Kecamatan dan menjuarai Cerdas Cermat Palang Merah Remaja se- Bogor raya,  prestasi non-akademik diantaranya menjuarai beberapa lomba puisi tingkat kecamatan dan kabupaten, menulis cerpen, dan kontributor menulis dibeberapa penerbit buku. Prestasi-prestasi yang diraih sejak Aliyah memberikan motivasi saya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka pada Sleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Allah membuka pintu masa depan saya melalui Pendidikan Kimia Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

            Setelah memasuki dunia perkuliahan saya mulai menyadari banyak hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan atau hanya mendengar dari orang di luar sana sehingga menjadikan saya semakin tertantang untuk mencari tahu lebih dalam. Mengenai pendidikan, tantangan dakwah, dan meneruskan minat dalam menulis. Pada program studi pendidikan kimia saya menadapatkan ilmu mengenai dua ranah yang berbeda, yaitu dunia pendidikan dan kimia. Dari mata kuliah pendidikan yang saya dapatkan di kelas membantu menyadarkan saya bahwa kewajiban dan hak seorang guru yang tidak hanya memberikan materi,mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi contoh yang baik, membentuk akhlakul karimah, mendidik,memanusiakan manusia seperti teori belajar humnistik yang tokoh dari teori ini adalah Charles R. Roger. Pada ranah kimia, hikmah terpenting dalam menjalankan praktikum dan teori di kelas adalah bersyukur atas kuasa Allah yang telah menciptakan kebesaran ciptaan-Nya hingga pada partikel terkecil dimuka bumi.

            Diakhir tahun 2015 saya ditawarkan menjadi volunteer Sekolah Pohon Inspirasi, yaitu komunitas yang terdiri dari sekumpulan anak-anak yatim dan dhuafa dengan kegiatan rutin dilakukan disetiap hari Ahad belajar Al-Qur’an dan mentoring. Pada komunitas ini saya diperlihatkan oleh Allah bahwa masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya, atau bahkan harus sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah. Anak-anak perkampungan yang lingkungannya sangat memprihatinkan sehingga perlu adanya pembinaan ruhani dalam diri mereka untuk memperbaiki budi pekerti.

            Semester dua saya bergabung dalam UKM Lembaga Dakwah Kampus. Awalnya, saya hanya magang didivisi keilmuan yang dinamakan dengan Divisi Pengembangan Organisasi dan Keilmuan (PO&K) Komisariat Dakwah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan lalu disemester empat saya menjadi koordinator akhwat divisi yang sama. Pada UKM Lembaga Dakwah Kampus saya menemukan semangat baru dalam beraktivitas, terdapat ruh yang berbeda saat menjalani setumpuk kegiatan perkuliahan dan organisasi. Bahwa dakwah adalah kewajiban setiap manusia, dan tidak berhenti sampai disitu, manusia yang berdakwah perlu berinovasi mengenai metode dakwah agar sasaran dakwah tidak merasa jenuh, itulah hikmah yang saya dapatkan di Lembaga Dakwah Kampus.

            Diakhir tahun 2016 saya bergabung dengan komunitas muslimah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia yaitu Solidaritas Peduli Jilbab. Hasil dari penyeleksian, saya bergabung dengan Solidaritas Peduli Jilbab regional Bogor. Lagi-lagi Allah memberikan hikmah lewat  kesempatan ini, bahwa masih banyak muslimah diluar sana yang mendapatkan diskriminasi berjilbab syar’i dan minimnya kesadaran muslimah dalam menjalankan kewajiban berjilbab, dan saya sangat bersyukur  karena Allah memberikan rasa aman bagi saya yang sudah menyadari urgensi berjilbab dan berada pada lingkungan yang mendukung untuk berjilbab syar’i.

            Dari berbagai aktivitas yang saya jalani hingga saat ini, mulai dari kuliah, aktif di Lembaga Dakwah Kampus, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Komunitas  Sekolah Pohon Inspirasi Bogor, dan Solidaritas Peduli Jilbab dirasa perlu adanya tujuan yang jelas untuk meningkatkan kebermanfaat diri, oleh sebab itu saya membuat deadline hidup  untuk sepuluh tahun kedepan yang harus dicapai. Dengan membuat deadline  impian  bisa terwujud seperti halnya tugas yang harus dikumpulkan pada seorang guru atau dosen bagi pelajar dan pengumpulan tugas kantor kepada bosnya. Deadline diri akan memberikan arti lebih. Sebab, akan menyadarkan hakikat iman, yang diyakini di hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Tidak ada keraguan dalam melangkah, rela berkorban apa saja, jiwa maupun hartanya, serta yakin pertolongan Allah dan berbagai anugerah mulia yang akan diterima, itulah cuplikan nasihat yang ditulis oleh Ustad Solikhin Abu Izzuddin dalam bukunya Deadline Your Life, Ingat Mati Agar Hidup Lebih berarti.

            Dari kegiatn Sekolah Pohon Inspirasi muncul keinginan untuk membangun rumah singgah, yang didalamnya terdapat fasilitas untuk menyalurkan hobbi dan meningkatkan kemampuan anak-anak yatim dan dhuafa, memberikan fasilitas bermain yang mengedukasi agar mereka senang untuk belajar dengan mencari fasilitator muda  kreatif dan bersemangat tinggi, lalu memiliki perpustakaan terbesar se-Bogor untuk anak yatim dan dhuafa sehingga mereka dapat memiliki pengetahuan yang luas, tidak hanya itu sayapun berkeinginan untuk memberikan ilmu-ilmu agama kepada mereka lewat mentoring, mentarbiyah (mendidik) mereka demi menjadikan anak-anak yang berakhlakul karimah untuk membantu menyeimbangkan lingkungan mereka yang sangat memprihatinkan agar mereka mampu merubah kondisi masyarakat di perkampungannya untuk mewujudkan perkampungan Islami. Aktif dikegiatan sosial setelah mendapatkan ilmu psikologi dijenjang megister untuk menumbuhkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan agar mampu merubah nasib perekonomian.

            Pada kegaitan Solidaritas peduli Jilbab bersinergi untuk membangun kepercayaan diri saya untuk terus berdakwah, memberikan inspirasi kepada muslimah sehingga menimbulkan keinginan untuk menjadi motivator muslimah yang mampu mengisi trining motivasi ke banyak wilayah di Indonesia. Karena muslimah adalah insan yang mulia, saat iman menjadi lentera dan Islam menjadi jalan hidupnya. Selain itu, berdakwah melalui tulisan dengan tujuan agar dakwah dapat sampai ke batas wilayah yang tak terjangankau bahkan mampu menembus batas khatulistiwa. Penerbit buku yang menjadi impian saya adalah Pro-U Media, yang telah menerbitkan karya-karya luarbiasa dari pendakwah seperti Ustad Salim A. Fillah. Selain berdakwah dengan diri saya, sayapun memiliki pasangan hidup yang juga merupakan aktivis dakwah sehingga mampu untuk saling menguatkan dijalan dakwah, saling membahu, memikul, bekerja sama untuk terwujudnya generasi-generasi pembela Islam di tanah air, saling mendukung dalam setiap kegaiatn dakwah dimanapun dan kapanpun.

            Memiliki rumah bimbingan belajar bernuansa Islami, selain didalamnya belajar ilmu umum untuk tingkat SD, SMP, dan SMA saya ingin mengintegrasikan rumah bimbingan belajar dengan hafalan Al-Qur’an dan menyelipkan ilmu-ilmu agama di dalamnya, karena dirasa memiliki adab adalah poin penting yang harus dimiliki oleh penuntut ilmu agar apapun ilmu yang dimiliki pembelajar dapat berguna bagi kemajuan bangsa dan agama.

            Itulah penjabaran saya mengenai deadline impian untuk sepuluh tahun kedepan, yang pada tujuan akhirnya adalah bermanfaat untuk banyak orang. Menjadi volunteer kegaiatn sosial, motivator muslimah dan menulis buku tentang dakwah, dan memiliki rumah bimbingan belajar bernuansa Islami. Hal yang harus dipersiapkan oleh saya adalah berdo’a dan terus berusaha, buktikan pada Allah bahwa saya bersungguh-sungguh dengan masa depan dan memantaskan diri dengan hal-hal kebaikan agar Allah meridhoi atas apa yang diperjuangkan.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar