Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Selasa, 23 Februari 2016

Saat Kau Merasa Allah Tak Adil



“Allah tidak adil”
Adakah di antara teman-teman yang pernah berpikir seperti itu?
Saat kita merasa ibadah selalu dipanjatkan. Do’a selalu mengalir setiap waktu. Puasa Ramadhan Plong tanpa ada yang bolong. Sunnah-sunnah selalu dijalankan. Baca Al-Qur’an tiap hari tanpa alpa. Pokoknya selalu berbuat baik, tapi do’a kok gak terkabul-terkabul?. Kita membandingkan orang yang bahkan shalat fardhu aja sehari semalam gak kumplit. Jangankan menjalankan sunnah-sunnah, baca Al-Qur’an bahkan puasa Ramadhan aja belang bentong ceuk sunda mah. Apalagi yang makin jomblang adalah orang-orang non-Islam yang punya mobil, rumah gedong, duit banyak, serasa mengalir terus nikmat yang dikasih ke mereka. Itualasan yang sering malah nyalahin Allah gak adil.
Nah, ada pertanyaan yang langsung aku jawab aja ya hehe.  Begini :
·         Kalau ada pengamen  pank. Dengan wajah serem, penampilan abstrak abis,suara gak merdu-merdu banget. Nyanyinya malah bikin telinga gak enak. Mau tetep ngedengerin aja, apa buru-buru ngasih uang ke pengamen biar cepet berhenti nyanyi? Pasti langsung ngasih uangkan, daripada telinga pecah?
·         Yang kedua. Kalau ada pengamen yang bagus suaranya, pakaian rapi dan emang niat menghibur,apalagi nyanyiin lagu kesukaan kita. Didengarnya enak. Mau tetep dengerin pengamen itu nyanyi sampai beres atau cepet-cepet ngasih uang biar berhenti? Pasti ngedengerin sampai bereskan? Malah kalau bisa nambah lagi nyanyinya.

Nah, itulah jawaban dari “Allah tidak adil”. Allah senang melihat hamba-hambaNya yang taat beribadah, meminta dengan penuh hati. Dengan rasaa Raja dan Khouf. Allah gak langsung mengabulkan permintaan hambaNya karena sangat senang melihat ketakwaan terus memohon. Membiarkan kita terus berdo’a tanpa henti karena Allah suka melihat kita berjuang.Allah senang ketika hamba-Nya memohon, memanjatkan do'a. Tidak ingin hamba-Nya berhenti untuk ikhtiar dan tawakkal. Jadi Berhisnudzhonlah kepada Allah. teruslah berusaha. Melakukan yang terbaik yang kita bisa. Rahmat dankasih sayang Allah itu lebih penting dan bernilai tinggi dibanding harta yang banyak orang lain punya yang terkadang membuat kita iri. Hanya orang-orang yang ikhlas dalam beriman kepada Allah-lah yang mampu merasakan nikmat Rahmat dan kasih sayang Allah.

Sesuatu yangkita anggap baik belum tentu baik di mata Allah. Perhitungan dan penglihatan Allah itu beda dari perkiraan manusia. Tapi sedikit sekali manusia yang memahami akan hal itu. wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar