Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Sabtu, 16 Januari 2016



Saya pernah sakit hati. Laki-laki telah menyakiti, pergi begitu saja meninggalkan saya. Mengkhianati saya dengan segala janji-janjinya. Untuk selalu ada saat saya senang katanya, akan selalu menghibur saat saya sedih. Dulu selalu memeberi kabar. Mau berangkt sekolah , ada waktu kosong di sela elajar , pulang sekolah , sampai tiap waktu . Laporan mau pergi ke mana, laporan mau ngerjain tugas, laporan selesai ngerjain tugas karena balesan smsnya ditungguin. Abis belajar malem smsn dulu sampai larut, bahkan lamanya waktu belajar gak sebanding sama lamanya smsan. Pagi-pagi masih dilanjut smsan. Ngucapin selamat pagi, kasih semangat buat hari baru. Inget masa-masa ini nih haduh manis ya tapi kalau sudah sakit hati rasanya manis itu hilang bakan hambar.
Sampai akhirnya kebiasaan-keiaasan sama doi itu disudahi dengan kepergian dia yang tiba-tiba tanpa alasan. Air mata menjadi rutin keluar tiap malam, yang biasanya sehabis belajar smsan ini enggak, tambah lagi kalau ada temen curhat tentang cowoknya ada moment yang sama bikin baper (bawa perasaan) ini baper ala orang yang patah hati karena ditinggal pergi (hiks). Nangis ingin mengulang masa-masa manis sama doi ada yang beda dihati kalau sudah smsan sama doi, semangatnya jadi lebih dan hari-harinya semakin berwarna.
Sekarang  perih. Dulu merasakan manisnya cinta sekarang cinta menjadi hal yang menyakitkan, menusuk hati lalu ke jantung sakitnya mengikuti aliran darah, bahkan tulang merasa ngilu akibat sakitnya cinta. Cinta itu buta. Akibat cinta buta jadi tidak bisa melihat banyak yang cinta sama diri saya jadi hanya fokus dengan dia yang padahal telah menyakitkan. Cinta itu tuli, membuat suara hati terlembut diabaikan padaal itu nasihat dari hati terdalam, bisikan lembut malaikat. Cinta itu menyebalkan, cinta itu sengsara, cinta itu tidk ada artinya, cinta cinta cinta cinta. Saat patah hati menyalahkan cinta. Lalau apakah benar itu cinta? Yang mengakibatkan kamu atah hati dan merasa di php-in?
Saya pernah salah. Menyalahkan cinta karena pernah sakit hati. Tapi dulu sebelum sakit saya bilang cinta itu bahagia, cinta itu semanis madu, cinta itu dipandang baik-baik saja. Cinta seakan-akan mudah berganti artinya. Sesuai dengan suasana hati dan sesuai timing. Lalu apa sebenarnya arti cinta?
Hakikat cinta adala suci. Cinta adalah hal terinda yang diberikan oleh Allah, Tuhan Maha Cinta yang menebarkan benih-benihNya di seluruh jagat raya. Semua alam bisa merasakan cinta yang Allah miliki. Dai hewan, tumbuhan, hingga manusia aalah bukti cinta Allah. Allah menjadikan cint a itu anugerah. Saya sangat tidak setuju jika ada oang yang mengatakan karena cinta menjadi sakit, lalu menyalahkan cinta hingga menguuk cinta menjadi hal yang sangat buruk. Itu yang biasanya kalangan remaja menganggapnya. Padahal pada dasarnya cinta adalah tidak adanya luka. Cinta adalah kedamaian. Karena cinta seseorang bisa melakukan hal yang memaagiakan untk orang lain, itu yang Allah ajarkan tentang cinta bukan?
Jika ada yang menyalahkan cinta karena merasakan kesedian itu karena salah mengartikan suatu perasaan.  Itu salah besar. Seakan-akan cinta itu luka. Padahal Allah menganugerakan manusia cinta untuk bahagia. Cinta itu suci tanpa luka. Ada yang bilang cinta itu buta tapi padahal manusialah yang buta akan arti cinta. Manusia salah dalam “bercinta” itu cinta apa hawa nafsu? Itula butanya-tulinya, cacatnya manusia yang tidak sempurna memahami arti cinta. Kalau sakit hati ayolah berintropeksi cintanya atas dasar Allah atau tidak? Jangan-jangan emang bukan cinta itu namanya. Hanya nafsu.
Salahnya adalah melakukan hal mengakunya atas namanya cinta tapi sakit hati, lalu cinta yang disalahkan. Padahal adalah salah ojek dan subjek cintanya yng belum halal lalu Allah beri cobaan. Itu adalah peringatan dari Allah, kalau Allah cemburu cinta dari hambaNya berkurang karena nafsu. Padahal cinta itu benr-benar lembut. Karena cinta kita bisa bertahan di atas bumi. Bisa berjalan dengan nyaman, ernafas tanpa sesak.
Please, saya sangat tidak senang dengan seseorang yang menyalahkan cinta yang mengakibatkan dia sakit hatinya. Lihatlah kebelakang apa yang telah diberbuat? Apa yang salah? Pacaran misalnya, apa itu dibenrkan oleh Allah? Kan tidak, itu hanya nafsu belaka jadi wajar kalau ada yang sakit hati.
Single adalah pilihan. Sekarang saya ingin benar-benar merasakan cinta yang suci dari Allah. Memang butuh proses yang penuh perjuangan tapi memang demi cinta yang sesunggunya. Tapi saya tidak menyalahkan masa lalu yang membuat saya sakit. Dengan begitu saya bisa menulis pada kesemppatan kali ini. Bisa berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan motivasi ketika mereka sakit hati. Alhamdulillah sudah beberapa orang yang saya transfer apa yang saya pelajari, atas dasar cinta karena Allah saya lakukan. Single adalah prinsip.
Prinsip harus dipegang teguh demi cinta yag suci. Mencintai dalam diam lalu berdo’a adalah aplikasi dari cinta yag suci. Saya pernah salah, dan mungkin pemaahasan kali ini tidak semua enar sya masih elajar demi cinta, demi cinta Allah. Saya belajar melawan hawa nafsu untuk dekat dengan seseorang yag membuat hati saya berdebar lebih kencang, karena saya tau itu adalah ujian dari Allah apakah saya benar-benar mencintai Alla atau tidak. Senjata erampuh adalah berdo’a kepada Allah. Tetapkan cinta dalam hati dan temukan diri dengan yan uga berjuang karena cintaNya.
Sakit hati kemarin marilah dijadikan pelajaran. Sekag sudh kuliah, leih fokus belaar dibanding bercinta, eh maksud saya bernafsu. Waktu-waktu smsan sama doi jadi leih mendekatkan sama orang tua yang jauh, pagi sms minta do’a kalau bosen sms orang tua dengan kata-kata romantis, ukankan membahagiakan orang tua pahalanya besar? Bahkan smsan sama doi tak ada pahalanya sama sekali malah dosa yang ada karena mementingkan nafsu, laporan ini-itu kalau salah doi marah jadi menguras energi dengan sia-sia. Sekarang bikin laporan praktikum saja yang saya lakukan heheheh. Tiap praktikum terbitlah laporan dan di saat itulah saya merasa punya doi yang baru menguras energi tidak sia-sia (ngakak). Banyak pelajaran yang nyatanya hanya bisa saya rasakan namun sulit saya ungkapkan. Terimakasih Allah. Atas cintaMu hamba mampu berdiri tanpa cacat.
Yakinlah bahwa Allah akan memberikan apa yang kita harapkan asalakan kita patuhi perintah-Nya, seutuhnya kita cinta kepadaNya, lalu melakukan apa yang menjadi posisi kita dengan tidka membuang waktu dengan sia-sia. Elajar dan belajarlah. Allah tidak buta.
Jangan menyalahkan arti cinta ya, sekali lagi saya tegaskan cinta itu suci. Jangan selalu salahkan cinta saat sakit hati karena cinta tidak pernah menjadi jarum. Cinta datang dari Allah. Jika menyalahkan cinta, berarti menyalahkan siapa?
Salam cinta,
Sarah Motivawriter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar