Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Selasa, 28 April 2015

buat persyaratan PTL Industri

Ayah dan Ibuku terlahir dari orangtua yang bekerja pada sektor wirausaha. Nenek dari ibuku hanya tamat sekolah hingga kelas 4 Sekolah Dasar, tetapi berkat semangat dan perjuangannya nenekku mampu berbisnin dengan pejabat tinggi
Hingga sekarang usaha nenekku adalah berjualan kaca mata di pasar Anyar Bogor. Usaha itu ditularkan pada pamanku, juga ayahku. Nenek tak segan berbagi ilmu usaha kacamata dan menularkan bagaimana menjadi wirausaha hebat dengan bermodalan yang sederhana. Juga nenek dan kakekku dari ayah yang bertinggal di Tasik adalah
Karena ibu terlahir dari nenek wirausaha yang jujur, maka diriku lahir dengan gen keturunan yang juga memiliki kemampuan berwirausaha. Sejak ayahku membuat pabrik rumahan permen susu, kue yang dinakan Salome yang dibuat dari biskuit dan tape. Hasil produk itu ayahku sendiri yang mendistribusikan ke berbagai sekolah dan warung-warung. Akupun tak kalah berwirausaha, sejak Sekolah Dasar aku membuat gelang dari mute-mute kecil yang beraneka warna. Aku bentuk menjadi gelang dan kalung, untuk aku jual di sekolah dan teman di rumah. Selain itu, aku menjual kertas binder yang telah aku kumpulkan ke teman-teman sekolah. Mulai dari SD sudah ada yang percaya padaku untuk menjualkan keripiknya, dengan senang hati aku jualkan keripik itu ke teman-teman sekolah. Setiap hari berangkat sekolah aku membawa pelastik yang berisikan keripik titipan.

Selain membuka produk permen susu dan kue Salome, ayahku juga berkeliling mendistribusikan permen-peren warung yang disimpan dalam toples. Dengan motor yang disimpan oleh tas seles yang berisi banyak permen yang akan didistribusikan. Sejak saat itu ayah memiliki dua pekerja yang membuat permen susu dan kue salome.

Menginjak pendidikan sekolah menengah pertama, aku tak berhenti berjualan. Di SMP aku berjualan es yoghurt, setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku harus mengambil yoghurt yang disimpan di kulkas tetangga. Aku membawa yoghurt menggunakan tas es agar yoghurt tetap bertahan dingin. Keuntungan berjualan yoghurt ini cukup untuk ongkos ke sekolah dan situ aku empunya tabungan hasil kerja sendiri.Selain berjualan yoghurt, ada kakak alumni sekolahku yang menitipkan cokelat hasil produksinya. Aku menjualkan cokelat titipannya sekaligus berjualan yoghurt.

Selingan berjualan yoghurt dan cokelat, aku juga aktif mempromosikan kacamata ke teman-teman sekolah, sebagai sampingan usaha ayah saat itu. Hingga ada beberapa temanku yang memesan kacamata padaku. Mempromosikan kacamata memang tak mudah, karena kacamata bukan barang yang mudah untuk pakai-beli. Biasanya aku mendekati teman yang sudah memakai kacamata, untuk sekedar menawarkan ganti frame, ganti kaca, atau bikin baru dengan gaya terbaru.

Menginjak Sekolah Menengah Atas, ditawarkan menjual baju-baju muslimah lewat katalog. Berjualan baju-baju muslimah hanya bertahan sebentar, karena harganya yang mahal dan jangka waktu pembayaran yang lumayan lama. Tetapi tidak berhenti berwirausaha, aku berjualan minyak wangi hasil produksi kakak alumni yang dulu pernah menitipkan cokelatnya. Dan terus berjualan kacamata sebagai sampingan. Hitung-hitung lumayan untuk membantu bayaran tiap bulan.

Usaha produksi ayah berhenti, setelah itu fokus dalam usaha kacamata yang berpenghasilan tidak tetap, tetapi saat ada lumayan untuk menutupi kebutuhan keluarga. Karena berbagai alasan dan kerasnya kehidupan, ayah dan ibuku bercerai. Ibuku harus bekerja keras untuk menghidupi aku,kakak,dan dua adikku. Ibu membuat pisang goreng kriuk, jus jambu, dan membeli kue kering untuk dijual di warung dan kantin sekolah ibuku mengajar saat ini. Keahlian aku dalam kacamatapun tidak pudar, aku membantu ummi untuk membyar biaya sekolah hasil pesanan kacamata teman sekolahku.

Hingga saat ini saya mempunyai mimpi menjadi wirausaha sukses. Aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang. Aku ingin menjadi sosok inspiratif. Membangkitkan orang yang tidak percaya diri, pemberi modal orang-orang kecil, membuka lahan pekerjaan bagi pengangguran, mencerdaskan anak bangsa. Aku ingin bergelut dengan Usaha Kecil Masyarakat. Mengembangkan produk pedesaan agar go internasional, memanfaatkan kemampuan orang yang kekurangan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Menjadikan bermanfaat orang lain dan tidak hanya bergantung pada orang lain. Ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Bismillah.. semoga niat baik aku yang membawa lolos sleksi beasiswa perindustrian. aamiin. keep hamasah, stay focus and helpful for other people 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar