Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Senin, 27 April 2015

Berbagi Untuk Organisator

Assalamu'alaikum. Selamat pagi. Bagaimana kabarnya nih organisator? Semoga tetap Alloh kasih kesehatan untuk kita semua ya. Karena nikmat Alloh yang satu ini sangat penting sekali untuk kita sebagai organitation fighter!

Alhamdulillah hari ini sudah di rumah dan bisa sedikit melepas dendam untuk tidur sepanjang hari seperti hibernasi hehehe, karena empat hari kemarin aku menjadi fasilitator di acara Taruna Melati PC IPM Leuwiliang. Seru ko, gak bikin nyesel menghabiskan waktu selama itu. Dari pengalaman inilah aku akan sedikit berbagi pengalaman dan sedikit tip-tip how to be organisator.

Acara TM ini diikuti oleh beberapa ranting di PC IPM Leuwiliang, termasuk ranting yang aku pimpin, yaitu PR IPM Cibungbulang. Aku menyimpan harapan pada perwakilan Cibungbulang untuk meneruskan kepemimpinan aku. Melihat peserta Taruna Melati 1 ini aku jadi ingat masa-masa aku seperti mereka. Saat itu aku TM di Curug Bitung, Cibeber Nanggung. Kalau dibandingkan dengan TM aku dulu, lebih menantang saat itu. Tempat yang jauh dari pusat kegiatan, jauh ke mana-mana. Gak bisa banyak jajan kalau lagi bete, kaya jajan bakso, seblak, mpek-mpek (hehehe makanan terus), tidak hanya itu ko, saat aku TM memang tempatnya mendukung banget untuk mandiri,kakak-kakak fasulitatornya juga tegas jadi aku segan. Apa-apa dihitung, ganti baju dihitung, pake sepatu dihitung, mau baris dihitung, sampai makanpun dihitung dan seadanya. Aku ingat menu makan siang waktu itu, kulit daging sapi, nasinya sisa pagi yang udah dingin. Jurit malamnya juga sangat menegangkan, satu kelompok dibawa ke suatu tempat yang jauh dari tempat kegiatan dengan keadaan mata ditutup oleh slayer, terus satu persatu ke pos tes yang telah ditentukan. Coba bayangkan, di kampung orang, langit malam, jalan sendiri wiihh mencekam sekali :3 menegangkannya bekum cukup sampai disitu, aku dimarahin abis-abisan sama kakak fasilitator. Eh, tapi aku gak tau, mereka marah0marah atau negasin aku, hehehe. Terdengar di pos sebelah ada suara mengagetkan. Mimbar di masjid tempat acara di pukuling sama kakak fasilitator, ya ampuuun. Pokoknya kalau dibandingkan dengan pengalaman aku TM dulu, mmmm bisa dibilang sekarang itu lebih santai.

Kalau acara pelatihan atau musyawarah yang memakan waktu beberapa hari seperti TM 1 ini, sebagai organisator yang terutama harus bisa nahan kantuk! nah, itu dia yang tersulit, apalagi kalau sebagai fasilitatot yang larut malam baru tidur karena evaluasi. Tapi ada enaknya juga jadi fasilitator, saat materi berlangsung ada waktu buat keluar ruangan, bisa jajan bakso, hehe.

Yang namanya pelatihan seperti ini, organisator gak boleh pilih-pilih makanan, apalagi yang gak suka atau alergi sama telur dan tongkol. (kenapa begitu?) karena telur dan tongkol selalu menjadi menu utama di pelatihan karena harganya yang terjangkau. Hampir beberapa hari menu selalu telur dan tongkol, tapi tak selamanya itu ko, hanya keseringan. Bukan tidak mungkin dengan menu yang jadi mewah buat para organisator, yaitu daging ayam, wkwkwkwk. Maka dari itu, jangan pilih-pilih makanan ya, soalnya kalau pelatihan mesen makanan disamakan tanpa ada pesan-ini itu tanpa pilih memilih. Kalau organosator yang pilih-pilih makanan, apalgi yang gak suka atau alergi sama telur dan tongkol bisa-bisa kelaparan atau kehabisan uang karena beli menu makanan  kesukaan. Yang namanya organisator perlu energi yang banyak, jadi jangan sampai gak makan hanya karena alasan gak suka atau alergi.

Selain dari masalah makanan, juga masalah mandi. Ini juga menjadi suatu perbincangan. Gak mandi dalam acara pelatihan sudah menjadi biasa. Kalau semua organisator dalam satu acara mandi, kayanya waktu bakalan habis hanya karena antre mandi. Waktu mendengarkan materi kepotong, ganti jadwal rempong. Nah, kalau sudah membahas persoalan ini, sifat cuek kadang dibutuhkan. Seperti aku. Aku termasuk tipe orang yang cuek, dan gak ribet mempersoalkan masalah gak mandi, yamg penting gosok gigi dan cuci muka. Orang yang so steril dia gak akan bisa betah kalau gak mandi, bukan hanya orang yang so steril, juga nyebelin dan lelet. Kalau gak mandi nyerocos ngeluh mulu, ini yang bikin stres. Lebih baik mandi yang ganggu pernapasan daripada pengen mandi yang ganggu pikiran (hahahaha). Selain mandi, juga penampilan. Kembali lagi ke cuek. Orang gak cuek sama penampilan style terutama, apalagi perempuan. Kalau masih aja mementingkan kerudungnya, bajunya yang necis, aku rasa hal itu perlu sedikit disingkirkan, karena akan mengganggu orang lain yang mau stay fokus sama acara. Nanti banyak nanya "kerudung aku rapi gak?" atau "iiihh.. pengen ngaca nih, serasa gak nyaman". wah wah, kalau udah gitu rempong!

Yang namanya organisator juga harus berani tampil, ya minimal nanya ke pemateri kalau memang lagi ada di forum tanya jawab sama pemateri. Jangan sampai saat ada peluang nanya, sudah menyiapkan pertanyaan, tapi malu. Padahal yang bertanya dapat hadiah dari pemateri, nah kan nyesel jadinya. Bukan berarti nanya karena hadiah, tapi setidaknya akan menjadi percuma saat sudah menyiapkan pertanyaan tapi malu menyampaikan. parahnya lagi sih, gak menyiapkan pertanyaan dan malu. Ini jadi masalah penting, sehingga acara Taruna Melati salah satu tujuannya adalah untuk merubah sifat buruk tadi itu menjadi lebih berani dan bertanggung jawab. Dan gak salah kalau minta pertanyaan ke orang yang dinilai hebat dan mengajukan pertanyaan orang itu oleh yang meminta karena bertujuan melatih keberanian, itu lebih baik! sangat baiknya punya pertanyaan yang berkualitas dan menyampaikan pertanyaan dengan keberanian. Selain mengajukan pertanyaan juga boleh memberi tanggapan ataupun kritik.

Selain permasalahan yang diatas, yang satu ini juga sangat penting untuk dibahas. Yaitu kesederhanaan. Tidur hanya beralasan karpet, tas menjadi bantal tidur. Nah itulah kesederhanaan dari sebuah pelatihan organisator, kalau berharap tidur di tas kasur empuk dan nyaman seperti di hotel ya biaya pelatihan gak seratus ribu, hehehe. Kalau yang biasa hidup mewah ini akan menjadi permaslahan besar. Makan dari itu, latih kesederhanaan penting buat seorang organisator!

Nah, mungkin itu dia sedikit pembahasan How to be Good Organitation Fighter. Tulisan ini pure penglaman aku selama di IPM, mulai di ranting hingga cabang. Dan memperhatikan berbagai karakter teman-teman seperjuangan. Mulai dari makanan telur dan tongkol, masalah mandi, juag tidur, aku mnemukan teman-teman yang beragam untuk tiga masalah tersebut. baru tiga pembahasan yang bisa aku sampaikan, tak menutup kemungkinan aku tambahkan dilain waktu. Sampai berjumpa pejuang! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar