Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Kamis, 08 Mei 2014

experience xD

Assalamu'alaikum..

sekarang sarah mau bercerita pengalaman liburan semester 1 lomba puisi se-Bogor Raya yang diadakan oleh DPD PKS oleh ibu Drg. Is Budi Widuri. yang diadakan di salah satu ruangan Lembaga Pusat Ilmu Pengetahuan Indonesia Cibinong dalam rangka memperingati hari ibu.

lomba puisi tersebut diwakili oleh tiap kecamatan seluruh Bogor. pada kesempatan kali ini sarah mewakili kecamatan Pamijahan, padahal Sarah tinggal di Gunung Batu Bogor, hehe
sarah ditunjuk oleh ibu Sutini sebagai ketua dapil daerah cibungbulang dan pamijahan.

hari jum'at diberi kabar oleh bu sutini untuk mempersiapkan puisinya sendiri, dan hari ahad sudah harus go out ke cibinong, akhirnya dengan waktu yang lumayan singkat sarah mulai membuat puisi.



Sebening Kasih Setulus Cinta
Sewaktu kecil,aku memiliki angan

Dengan bangga kupamerkan anganku

pada orangtua,guru, dan teman-temanku

Ummi.. ummi.. aku ingin menjadi dokter

Bu guru.. pak guru.. aku ingin menjadi seperti kalian.

Teman-teman aku ingin menjadi arsitek



Hingga akhirnya aku tumbuh dewasa,

Pikiranku tak bisa terbagi dan mengubah impian

Aku, sudah tumbuh dewasa

Dan aku baru merasakan cucuk, dan duri-duri kehidupan

Hingga aku jatuh ke dalam lubang putus asa.



Demi wanita itu, aku tak ingin lagi terpuruk, malas,terjatuh kembali pada lubang putus asa.



Karna dia adalah jiwa

Karna dia adalah semangatku

Karna dia adalah cahayaku.



Dia berpesan pada kalimat syakral

“Man jadda wa jada”

Aku harus bersungguh-sungguh dalam menjemput anganku.

Dan ketika aku merasakan malas

Dia mengingatkanku, satu syair arab.

“Man shabara zhafiro”

Aku harus bersabar, dengan mudah mendapatkan.



Dia adalah ummi

Aku yakin, ada kebahagiaan un tukku dan ummi.

Ketika allah menurunkan petir dan Guntur,

Puas aku menangis mencari di mana sinar matahari

Ternyata di balik itu semua Allah menghadiahkan pelangi yang indah,

Dan disaat itulah aku tersenyum, bersama bidadariku



Ya Allah

Aku berjanji pada diriku

Akan melindungi ummi, sekuat tenaga

Berjuta orang menghhantam

Berjuta semangat dalam hati akan bangkit

Untuk mempertahankan walau nyawa taruhannya.



Saat aku berjalan, bekerja, bahkan diam.

Terasa nafas ummi, urat nadiku, sangat dekat.

Saat berjuta keluhan dating dari mulut nakalku

Ummilah yang mampu menghentikan dan menghapus keluhan dari pikiran.



Ummi..

Bagaikan malaikat Allah yang setia mengerjakan risalahNya

Bagaikan malaikat Allah yang baik tutur katanya

Bagaikan malaikat Allah yang lemah lembut kepribadiannya

Ummi..

Menyembunyikan sakit, membohongi diri, bahkan menahan lapar

Demi kepuasan, kebahagiaan buah hatinya



“Syurga Berada di telapak kaki ibu”

Bahkan jika aku benar-benar berbakti pada ummi dengan sepenuh hati dan ikhlas

Maka syurga juga akan kita dapat di dunia.



Di dunia yang luas hamparannya

Penuh kepalsuan.

Jikaku berputar mengelilingi dunia,

Hanya satu syurga yang benar-benar membuatku nyaman

Pelukan ummi.



Ummi..

Kasih sayangmu kepadaku

Bukan serumah tapi seistana

Bukan setinggi tongkat tapi selangit

Bukan sehelai rambut tapi sekepala

Bukan secepat mobil tapi pesawat tempur



 Thnk you ummi. My life will mean because you 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar