Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Selasa, 03 April 2018

Mudahnya Membuat Press Release

Seperti janjiku beberapa waktu yang lalu, aku akan kembali menjelaskan mengenai Press Release yang disampaikan oleh Mbak Istiqomatul Hayati, Jurnalis Tempo dan Indosiana di #ForChangeID Learning Lab "How To Creat Content #ForChange" pada Sabtu, 24 Maret 2018.




Sebelum menjelaskan bagaimana cara membuat Press Release baik Straight News ataupun Feature News, aku akan menyampaikan, "Apa sih, tujuan pembuatan Press Release?"

Tujuan pembuatan Press Release adalah:
1. Memberi informasi baru, misalnya, mengabarkan perusahaan atau organisasi
2. Mengklarifikasi, misalnya, memberi informasi yang dinilai tidak benar dan merugikan termasuk yang belum beredar di media resmi (Tetapi sudah ramai diperbincangkan, misalnya lewat Facebook, Twitter, dll)
3. Pencitraan, misalnya, memberitakan kegiatan - kegiatan sosial sehingga diketahui publik dan
dan positif di mata publik.




Nah, teman-teman penting sekali bukan Press Release dibuat? kalau sejauh ini sih, aku membuat press release tujuannya pada poin ketiga; pencitraan (hehehe) 😅

Oya, aku pun masih harus terus menerus belajar nih untuk membuat press release yang baik. Kendalaku sejauh ini menentukan judul yang tepat. Semua tulisan pasti 'kan pengennya dibaca sama banyak orang ya. Dan memang kondisi masyarakat Indonesia itu minat bacanya kurang. Maybe, bisa dibuat penasaran  dimuali dari judul yang menarik. Teman-teman pasti punya kendala masing-masing ya, apalagi aku (huhuhu).



Jadi, yuk sama-sama belajar! ^_^
 
Apa yang harus dilakukan  pertama kali dalam membuat press release?


💙 Menentukan Angle (Sudut Pandang)
Angle itu dikemas dalam bentuk pertanyaan.
Contoh angel pada kasus kebocoran data facebook yang mengakibatkan kerugian seluruh dunia, angelnya adalah:
- Bagaimana kerugian yang diakibatkan terjadinya kebocoran data pada Facebook?
- Siapa yang melakukan pembocoran data facebook?

Ya, seperti itu contoh dari angle, yang kemudian dari pertanyaan-pertanyaan itu munculah langkah selanjutnya dalam membuat press release, yaitu daftar belanja bahan yang disajikan berupa poin-poin yang dibutuhkan sesuai dengan tahapannya.

💙 Membuat Daftar Belanja Bahan
  • Fakta: 5 W + 1 H (terutama untuk peristiwa)
  • Bermula dari riset, buku, atau googling
  • Perlu tidaknya melakukan reportase
  • Buat daftar pertanyaan yang ingin digali, yang sejalan
  • Tentukan narasumbernya, buku apa yang harus dibaca
  • Latar belakang cerita atau kejadian itu
  • Komentar, tanggapan, pendapat, pro-kontra tentang peristiwa tersebut.
  • Riset                    
Setelah kita menentukan daftar belanja bahan yang dibutuhkan, maka berlanjut pada:

💙 Pembuatan Outline
 Fungsi dibuatnya outline adalah agar press release tidak keluar dari angle yang telah kita buat sebelumnya. Selain itu, outline merupakan  panduan utama untuk menulis. Pokok pikirankita rencanakan dengan rapi. Apa yang akan kita ungkapkan pada alinea pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

Belajar membuat outline:
1. Siapkan bahan wawancara atau riset yang berkaitan
2. Buatlah kerangka badan tulisan untuk menjawab pertanyaan yang dimunculkan melalui angle
yang sudah ditetapkan sebelumnya (buatlah per alinea. Satu alinea
3. Pilah bahan dan kelompokkan sesuai alinea
4. Tentukan alur tulisannya (kronologis, kilas balik, ...)
5. Pilih kutipan-kutipan yang cocok (ringkas, menarik)
6. Cari penutup yang pas.

Terdapat dua jenis berita acara atau Press Release, yaitu Straight News dan Feature News. Kalian tau gak, apa perbedaan dari dua berita tersebut?

Singkatnya, Straight News adalah berita yang singkat yang hanya memberikan informasi terpenting saja yang mencakup 5W + 1H. Sedangkan Feature News berita yang menghibur, isinya terkadang sesuatu  yang remeh dan luput dari liputan wartawan straight news. Feature News biasanya bersifat lebih bebas dan disusun berdasarkan keputusan Bidang media.

Format Press Release:
💫 Press release sebaiknya dibuat dengan format piramida terbalik (Straight News). Dengan begini memudahkan media esensinya jika press release itu dinilai terlalu panjang 1-1,5 halaman dan jika ia dibagikan kepada spasi dengan tujuan memudahkan
💫Judul sebuah press release mesti menarik, tapi tiga atau empat kata dan sebaiknya tidak lebih dari
press release tersebut, siapa yang dihubungi telepon narasumber penting, atau jugainformasi atau hal-hal yang berkaitan

Sekian penjelasasn mengenai Press Releae! ^_^
Semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan, ya 😁



Kamis, 22 Maret 2018

Keseruan TFT FSLDK Indonesia yang Bikin Susah Move On!

Assalamu'alaikum, teman-teman yang setia baca blog Sarahmotiva! 😝
Bagaimana kabar kalian saat membaca postingan ini? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu sehat ya. Aamiin.

Pada kesempatan kali ini, aku akan menceritakan kenangan selama mengikuti Training For Trainer Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia) yang diselenggarakan di Masjid Al-Huriyyah Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, aku dan beberapa Kakak tingkat dan teman pengurus Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDk Syahid) menjadi delegasi Pusat Komunikasi Daerah Banten (Puskomda Banten) Zona 4.

Acara yang luar biasa sekali bagiku, karena bisa bertemu dengan para pejuang dakwah di berbagai daerah; dari Bandung, Cirebon, hingga Kalimantan. Selain itu, dapat belajar banyak hal dari pengalaman-penglaman dari banyak Lembaga Dakwah Kampus. Dan yang menakjubkan selama aku berada di Masjid Al-Huriyyah adalah, lingkungan yang dibangun oleh DKM Masjid Al-Huriyyah dan teman-teman LDK Al-Huriyyah yang sangat Islami. Bisa dikatakan, bahwa Al-Huriyyah menjadi pusat peradaban Islam Kampus yang di dalamnya terdapat kegaiatn-kegiatan positif dan selalu ramai dengan lingkaran-lingkaran dan diperdengarkannya ayat-ayat Allah.

Acara TFT ini dihadiri oleh Kakak-kakak Puskomnas yang merupakan mahasiswa dari Universitas Indonesia. Lagi-lagi aku terkagum-kagum dengan mereka. Selain Kak Fahrudin Alwi sebagai ketua Puskomnas, juga kakak-kakak lainnya yang mengisi acara TFT yang sangat memotivasi. Pada pembukaan TFT, Kak Fahrudi Alwi menyampaikan sambutan yang membakar semangat. Jelas, ini pertama kalinya aku melihat secara langsung ketua Puskomnas.  "Luruskan niat dalam mengikuti TFT. Kita di sini bersama-sama menyampaikan misi besar untuk mencetak kader terbaik, memiliki militansi yang luar biasa!" ucapnya Kak Fahrudin Alwi dalam sambutanny.

"Agenda TFT adalah ikhtiar untuk mencapai misi besar. Sehingga ketika misi besar tersebut tercapai, adanya peningkatan kader FSLDK se-Indonesia."- Kak Fahrudin Alwi
TFT kali ini, adalah TFT yang berbeda dari sebelumnya. Baru saat ini dibagi berdasarkan wilayah, karena sebelumnya TFT diselenggarakan secara bersamaan seluruh Indonesia sehingga dirasa tidak efektif dan sulitnya kontrol dari tiap Puskomda. Oleh sebab itu, TFT kali ini Kak Fahrudin Alwi memiliki harapan outcome yang baik dari masing-masing Puskomda. "Antum hadir di sini bukan sekedar untuk mendapatkan materi dan semangat. Tetapi, training ini berupaya merubah dan mengupdgrade teman-teman untuk LDK maisng-masing wilayah. Sehingga harus ada perubahan dalam diri teman-teman" ujar Kak Fahrudin Alwi.

Materi yang didapatkan pada TFT pun sangat luar biasa dan dari orang-orang luar biasa tentunya. Materi pertama mengenai Leadership Training oleh Ustadz Banyu.
"Kalian adalah anak muda yang ingin mengenalkan dan memenangkan Islam. Akan mengisi ruang besar pada masalah yang banyak di mana pun kalian berada." - Ustadz Banyu
Selanjutnya Kak Fahrudin Alwi berbicara  mengenai Afiliasi Organisasi. Ia menyampaikan bagaimana seorang aktivis dakwah harus memiliki kepribadian yang baik, dan itu dilihat dari manajemen waktu. "Aktivis dakwah harus memiliki keteraturan waktu. Hidupnya harus teratur. Karena pekerjaan yang Allah berikan lebih banyak dari waktu yang Allah kasih" jelasnya.Ia pun memotivasi kami agar tetap semangat dalam menjalani dakwah di kampus, karena dakwah kampus adalah gerbang yang mengantarkan pada kebernaian seseorang untuk menjalani dakwah masyarakat yang lebih menantang.
"Dakwah kampus memiliki potensi besar yang mengantarkan pada fase dakwah masyarakat." - Kak Fahrudin Alwi
Seperti yang aku jelaskan diawal, bahwa Kakak-Kakak dari Puskomnas adalah orang-orang luar biasa. Kak Yanis, ia salah satu murid di Rumah Kepemimpinan yang saat ini menjadi ketua Komisi B Puskomnas. Disela materi, Kak Yanis membakar semangat dengan menyampaikan brain storming. Setiap ucapannya memberikan energi positif sehingga menyadarkanku bahwa sebagai aktivis dakwah harus memiliki pemikiran yang luas, ide-ide besar, dan karya yang luar biasa. Karena Lembaga Dakwah Kampus bukan hanya di masing-masing daerah kita saja, namun di seluruh Indonesia, di seluruh dunia! "Sudahlah kita meningkatkan potensi diri untuk dakwah yang meluas?" pertanyaan yang dilontarkan Kak Yanis.
"LDK meng-Indonesia, FLSDK mendunia"
(Aaaak, nulis artikel ini jadi keingetan pas acaranya! beneran keren banget! susah move on! kok lebay, ya?)😆

Materi-materi selanjutnya juga gak kalah keren! Logycal Framework Analysis yang disampaikan oleh Kak Adlul Hamidi Zalnur, Eksekutif Pusat Rumah Kepemimpinan yang membahas mengenai strategi mencapai outcome setelah acara Trainig For Trainer selesai sehingga peserta TFT mampu meningkatkan level LDKnya masing-masing.

Nah, di TFT ini terdapat Focus Group Discussion, lho! Setelah FGD ini, semangatnya makin-makin-makin-makin- nambah banget! FGD dibagi kelompok berdasarkan fokus peserta sesuai dengan posisi amanahnya di FSLDK dan LDK. Aku bagian dari komisi D, yaitu Humas dan Media. Kelompok Humas dan Media di mentori oleh Kak Ammar Yasir Jayyid, dari Komisi D Puskomnas. Well, dia sangat inspiratif! Ia menceritakan pengalamannya sejak di LDK Salam UI dan Puskomnas saat ini. (Buat temen-temen yang mau tau apa aja, sih hasil FGD Komisi D? kalian bisa baca di artikelnya di sini).

Dan terakhir, setelah FGD aku dan seluruh peserta menyampaikan hasilnya pada agenda Micro Teaching yang dikembalikan pada kelompok (Komisi). Setiap orang menyampaikan apa saja hasil yang didapatkan, setelah itu dinilai oleh teman-teman satu kelompok dan diberikan komentar. Pada sesi ini, aku sangat memanfaatkan sekali. Karena, aku lebih bisa mengetahui sejauh mana pengetahuanku mengenai media yang saat ini sedang dijalani sebagai amanah di LDK.




Senin, 19 Maret 2018

FGD bersama Ketua Komisi D Puskomnas FSLDK Indonesia

Oke, teman-teman!
Setelah bercerita keseruan mengikuti Training For Trainer, saatnya aku sampaikan hasil Focus Group Discussion Komisi D (Humas dan Media) yang dimentori oleh Kak Ammar Yasir Jayyid, Ketua Komisi D Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia).

Pembahasan pertama yaitu mengenai brand. Bagaimana brand sangat penting dimiliki oleh setiap media  organisasi atau bahkan personal. Sejak lahir, masing-masing orang memiliki brand. Ketika ada dua orang yang memiliki kesamaan nama, cara membedakannya adalah brand yang mereka miliki. Entah karena ada yang lebih tinggi, lebih gemuk, atau bisa dengan prestasi yang dimiliki masing-masing kedua orang tersebu; itulah brand.
Branding adalah hal yang mendalam, bukan hanya soal font, warna, dan template.
Media dan Humas terdepan dalam dakwah. Ibarat rumah, media dan humas seperti pagar. Setiap pagar harus memiliki warna yang berbeda agar dikenal orang dengan mudah. Setelah masuk ke dalam rumah, terdapat halaman; itulah Syiar. Syiar adalah halaman rumah yang harus dikemas sedemikian indah agar orang lain berkenan dengan senang hati  memasuki  rumah tersebut.

Peserta Ikhwan Komisi D (Humas dan Media) bersama Kak Ammar Yasir

Oleh karena itu, ada yang harus diperhatikan dari brand. Apa pun brand yang dimiliki, jika tidak dikendalikan akan punah. Brand yang sehat adalah yang sesuai dengan zaman. Itulah mengapa teman-teman yang bergerak dan fokus pada bidang khususnya media, selalu melakukan riset; brand apa yang dibutuhkan oleh lingkungan dakwah kita.

Sejak tahun 1986, Puskomnas belum memiliki brand di  Media Sosialnya. Pada tahun 2018 memulai menciptakan brand yang menggambarkan wilayah-wilayah di Indoensia. Kakak-Kakak Komisi D mengambil gambar suasana keindahan alam dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari situlah muncul beberapa warna yang mewakili keindahan alam yang menjadi sebuah brand.
"Brand memang penting, tetapi ada banyak hal yang penting dari sekedar brand, yaitu; interaksi, lingkungan yang dibangun, acara-acara, dan produk media yang dibangun." - Kak Ammar Yasir

Nah, nah, dalam mengembangkan media perlu  kreatifitas, lho!
Pengen cerita sedikit nih, ya. Awal aku diberikan amanah di Bidang Media LDK Syahid, aku sempat gak percaya diri. Alasannya adalah karena tidak bisa desain. Beberapa orang membesarkan hatiku, "bahwa menjadi anak Media tidak harus bisa desain", (tapi sebenarnya sekarang-sekarang ini merasa bahwa desain itu butuh, karena gak enak nyuruh-nyuruh orang bikin desain hehehe). Namun, seperti yang Kak Ammar Yasir katakan, bahwa kreatifitas adalah bakat dari lahir itu merupakan mitoss! (Ya, walau pun kreatifitas itu bukan desain aja, sih cakupannya).
Peserta Akhwat Komisi D (Humas dan Media) bersama Kak Fira (Komisi D Puskomnas FSLDK Indonesia)

Simpelnya, menurut Stave Jobs, kreatifitas itu mengkoneksikan banyak hal, menemukan banyak hal, dan menemukan solusi yang berbeda dari orang lain. Kreatifitas itu bukan bawaan lahir, tetapi dengan berlatih, kreatifitas itu akan ada dalam diri kita. Dalam menentukan konten di media sosial dituntut untuk kreativ. Dalam berkreasi di bidang media sosial, terdapat tiga cara yang bisa kita lakukan; pertama, duplikasi. Ini adalah urutan terendah dalam membuat konten (hehehe nanti dikiranya plagiat). Tetapi dulpikasi ini menjadi cara bagi seorang pemula dalam bidang desain. Kedua, transformasi. "Pada transformasi ini, menimbulkan persepsi baru walaupun idenya dari orang lain" ujar kak Ammar. Ketiga, Kombinasi. Cara ini dilakukan setelah menemukan banyak ide dari orang lain yang kemudian dijadikan satu output kreatifitas sehingga orang-orang memikirkan persepsi baru dan mempertanyakan "dari mana ide ini muncul?".

"Tidak ada target dakwah yang tidak tertarik, yang ada adalah pendakwah yang tidak menarik." - Teman Kak Ammar (hehehe)
 Nah, perkataan temannya Kak Ammar sangat dalam sekali maknanya. Tugas besar Media dan Humas adalah menjadi berwarna, sehingga masyarakat luas mau masuk minimalnya ke halaman rumah kita. Karena, setiap oragn memiliki fitrah yang baik. Jika ada yang belum tertarik oleh dakwah kita, jangan salahkan orangnya, tetapi koreksi kondisi cara kita mengajak target-target dakwah kita.
"Manusia itu memiliki banyak organ untuk menangkap sinyal dakwah; mata, telinga, tangan, dan hati. Jadi, kita memanfaatkannya dengan dakwah lewat media berupa tulisan, gambar, dan video." - Kak Ammar 
Nah, oleh sebab perkataan Kak amar di atas, kita harus memanfaatkan sosial media dengan giat dan cekatan! Apa lagi, kita berada pada zaman di mana masyarakat lebih senang belajar agama sendiri dari sosial media. Karena, menurut sebuah survei, 71 % orang lebih berani menggunakan sosial media dan tidak memikirkan resiko yang terjadi; baik dari segi sumber, atau kejadian-kejadian yang merugikan bahkan yang mampu menimbulkan perpecahan.

Selanjutnya, tentang produk-produk media seperti desain atau video yang biasa saja dalam segi penampilan, namun kita bisa membuat konten berupa tulisan pesan yang menghujam. Butuh sesuatu yang berbeda. Dalam membuat produk media pun, disarankan mengajak aktif orang-orang yang menjadi objek dakwah kita dengan cara mengajak mereka terlibat dalam dakwah sosial media. Contohnya dengan membuat give away dengan memberikan opini terhadap suatu kejadian atau acara yang diselenggarakan oleh LDK.

Desainer Muslim “Zaman Now”:
1. Jangan terjebak dengan simbol
Islam itu universal.
2. Berdakwah dengan hikmah
Hikmah adalah kreativitas. Gunakan bahasa kaumnya
3. Kita muslim yg ditugaskan jadi Desainer
Bukan sekadar orang islam yang bisa desain
4. Batasan justru membuat kita kreatif
Batasan kita Syari’at. Di luar itu berkreasilah
5. Kolaborasi
Kalau bisa dikerjakan bersama, kenapa harus single fighter?
(Kanopi Kreatifrenzy #2)

"Apa pun bidang kreatifnya, bikin yang sama itu gak masalah, itu keren! Apalagi kalau orang tidak tahu kalau kita mencuri karyanya dari orang lain. Itu gak masalah. Carilah hal-hal baik yang kita lihat bisa dijadikan kita bahan bakar dakwah kita." -  kak Ammar Yasir Jayyid
Itulah beberapa hasil Sharing mengenai Media, kini akan aku paparkan mengenai Humas.  

Terdapat beberapa poin manfaat membangun jaringan:
1. Membangun dan menyambung tali silaturahim
2. Memperluas wawasan dan narasi lembaga
3. Membangun rasa percaya dari pihak ekternal lembaga
4. Memperkuat positioning atau eksistensi lembaga

Tips untuk Humas:
1. Petakan mitra/lembaga yang akan diajak bekerja sama baik dalam acara-acara
tertentu maupun selama satu masa kepengurusan.
2. Klasifikasikan mereka
3. Lakukan jaulah-jaulah (kunjungan) berkala. Ini bisa menjadi pintu
awal pembuka jaringan.
4. Temukan titik interest di antara kedua Lembaga/mitra sebelum
melakukan kerja sama.
  • Pendanaan
  • Keumatan
  • Kemuslimahan
  • Media, dsb.
4. Jadikan nyata kerja sama tersebut dengan melakukan perjanjian
hitam di atas putih (MoU).

Oya, kita harus bahagia ya jadi anak Humas dan Media! Kenapa?
Karena  kita akan mendapatkan banyak hal di Media dan Humas, yaitu kesempatan untuk belajar dan dapat berbagi. Bidang media  bisa kita memanfaatkan untuk mengajak pada kebaikan. Selain itu, mampu menjadikan diri kita visioner. Karena di Media banyak sekali pekerjaan yang harus dibuat dalam bentuk produk desain atau konten tulisan. Untuk lebih mengatur wakyu, coba lakukan list acara terdekat dan hari-hari peringatan jauh-jauh hari bahkan satu bulan sebelumnya. Misal pada bulan Maret ini, kita list ada acara apa saja dan peringatan hari apa saja di bulan April sehingga mampu berbagi tugas dan membuat produk Media jauh sebelum acara dimulai. Hanya sekedar desain dasar saja dan angan sampai selalu terkena deadline tiap malam hahaha.
Kelompok Micro Teaching Akhwat Komisi D (Humas dan Media)


Sekian yang bisa aku share pada kesempatan kali ini. Semangat untuk teman-teman khususnya Bidang Media LDK Syahid , Bidang Humas LDK Syahid, seluruh Bidang Humas dan Media LDK se-Pusat Komunikasi Zona 4, se-FSLDk Banten, dan LDK seluruh Indonesia! ^_^











Jumat, 09 Maret 2018

Mengenal Doa Rabitah

Biasanya, setiap agenda LDK, ditutup dengan doa yang sudah tidak asing lagi, yaitu doa kafaratul majlis atau doa penutup majlis. Selain  itu, diakhiri pula dengan doa rabitah. Kalimatnya sudah tidak asing lagi di telinga karena terbiasa dengan membaca Al-Matsurat. Ya, walau pun bolong-bolong hehehe.

Karena ada rasa penasaran mengapa doa rabitah menjadi doa yang sering diucapkan khususnya oleh anak-anak LDK, akhirnya aku mencari tahu, ada rahasia apa dibalik doa rabitah. Mulanya, membaca arti dari doa rabitah.


Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah terhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam menaati-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syari’at-Mu, Maka teguhkanlah, Ya Allah, ikatannya; kekalkan kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalannya; penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada-Mu; hidupkanlah ia dengan berma’rifat kepada-Mu; dan matikanlah ia diatas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baiknya penolong. Ya Allah, kabulkanlah dan curahkanlah kesejahteraan dan kedamaian kepada baginda kami Muhammad SAW, serta kepada keluarga dan sahabat beliau”

Maa Syaa Allah ya, artinya. Bagaimana doa rabithah ini diperuntukkan untuk saudara-saudara seiman yang  berjuangan dalam dakwah membela syariat Islam. Bagiku, ini adalah doa terbaik untuk mendoakan diri dan saudara-saudara seperjuangan dalam perjalanan dakwah yang berliku. Dakwah memang bukan jalan yang mudah, karena membutuhkan hati-hati yang kuat, jasmani yang sehat, dan pikiran yang selalu jernih, dan tentunya hati yang selalu terpaut oleh kehadiran Allah. Agar kesemuanya tetap dimiliki pada aktivis dakwah, salah staunya adalah berdoa agar Allah berikan kekuatan. Doa yang dimaksud adalah doa rabithah. 




Rabu, 28 Februari 2018

Semangat Menulis Dimulai dari Blog

Senin dan Jumat sudah menjadi alasan aku untuk bermalas-malasan di Kosan. Ya, tentu saja dengan padatnya aktivitas kuliah, ngajar, dan segala tetek bengek agenda di luar kuliah (hehehe). Pekan itu aku memutuskan untuk tidak pulang ke Bogor dengan salah satu alasannya, karena aku harus mengerjakan beberapa tugas dan tentunya karena jadwal pelatihan Forum Lingkar Pena.

Sabtu pagi aku pergi ke Kampus menghadiri Gethering Pengurus LDK Syahid 22. Masih dalam kondisi memaksakan diri untuk berjalan menuju tempat tujuan; berat sekali langkahku, inginnya beristirahat saja di Kosan.

Gathering selesai sekitar pukul 10:00. Aku kembali ke Kosan dan mengerjakan beberapa tugas, sambil menunggu pukul 13:30. Memang ada agenda apa siang itu? (hhmm). Ya, aku harus pergi ke Aula Insan Cita; pelatihan intensif Forum Lingkar Pena Ciputat angkatan 14. Aku hanya mengikuti keinginan semata; belum tau siapa pembicaranya. Sepertinya aku hanya menggugurkan kewajiban untuk datang saja, tanpa memikirkan siapa dan apa materi yang akan dibahas.

Aku datang ketika belum terlalu ramai dengan orang-orang yang asing. Merea kebanyakan ora
ng baru buatku, karena pada pertemuan sebelumnya aku berhalangan untuk hadir. Alhamdulillah bertambah lagi teman di sini. Tentunya dari berbagai jurusan dan Fakultas. Bahkan, ada juga lho yang di luar kampus UIN Jakarta.

Saat aku menunggu acara dimulai, aku melihat sekeliling tempat memperhtikan teman-teman baru di Forum Lingkar Pena. Dan tak lama setelah itu, datang seorang wanita yang udah kedua kalinya aku meihatnya. Siapa gerangan? Oh, ya! Teh Ani Berta. Dengan kecerdasannya, membuat dirinya terlihat berwibawa.  Kedua kalinya aku melihat dia setelah acara Kuliah Perdana FLP di Teater FITK.

Wanita yang lahir di Bandung ini akrab disapa Teh Ani Berta; ciri khas orang Sunda. Beliau adalah Blogger terkenal dan  inspirator khususnya bagi para pemuda untuk dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan cara menjadi Blogger. Pengalamannya yang mendunia memberikan energi semangat bagiku dan tentunya kawan-kawan.

sabgat jelas dan gamblang apa yang disampaikan oleh teh Ani Berta. salah satunya adalah manfaat memiliki blog; menciptakan sejarah sendiri dan menambah wawasan. Dalam memposting tulisan di blog pribadi, kita harus percaya diri dengan tulisan kita selama tulisan yang dihasilkan itu baik. "Menjadi blogger harus percaya diri. Kita nge-share yang berisi kebaikan dan menginspirasi. Jangan mau kalah sama mereka yang PeDe nge-share keburukan!" tegas teh Ani Berta

Ya, memang untuk menjadi penulis handal dimulai dari hal-hal yang sederhana. Nulis di blog pribadi merupakan salah satu cara untuk memulai sesuatu yang sederhana itu. Jadi, ayo kita semangat menulis!

Minggu, 04 Februari 2018

Memaknai Dakwah adalah Cinta



Cinta mengajarkanku banyak hal Hal yang tidak pernah tersentuh sedikit pun. Karena cintalah aku mampu merenggut segala hal yang tidak mungkin. Walau tak tahu seberapa lama cinta bersemayam, namun aku yakin apa yang telah cinta berikan akan abadi memberikan kekuatan!

seperti hujan yang selalu memberikan cinta disetiap tetesannya. Dia menumbuhkan dan menyuburkan. Walau tidak tahu kapan lagi akan datang, hujan akan selalu dirindukan.

Cinta bukan hanya sebatas rasa yang membahagiakan. Namun cinta adalah sumber kekuatan yang membangkitkan kelumpuhan. Cinta adalah aksi nyata dari rasa yang masuk ke sela-sela terkecil rongga kehidupan. Menggerakkan otot, memberikn stimulus pada saraf, dan melakuan banyak hal.

Hal yang dilakukan karena cinta berimplikasi kepada orang-orang yang tersentuh cinta dari pergerakan. Sehingga cinta menjadi virus yang menyerang ke hati-hati mereka, ke rongga-rongga terkecil kehidupan mereka, dan terjadilah cinta yang lebih meruah untuk jagat raya.

Bahagialah karena kamu bisa merasakan cinta yang menghidupkan jiwa. Karna cinta adalah segala apa yang kamu miliki, apa yang bisa kamu perjuangkan, apa yang bisa kamu bagi kepada orang-orang yang kamu cintai. Selamat menumbuhkan cinta dan menyebarkannya. "Aku mencintaimu"

"Aku mencintaimu karena Allah. Semoga Allah mencintaumu lebih dari aku kepadamu." Cinta bukan untuk kamu dan dia yang bersemi, namun cinta adalah aku, kamu, dan mereka. karena #KitaAdalahSaudara

Rabu, 10 Januari 2018

Tidak Akan Pernah Selesai Menunggu

Bismillah

Keterbatasan ini membuat aku terkekang untuk...
Sudahlah, ini bukan waktunya menyesali keadaan!

Karena yang berkecukupan belum tentu terpikirkan untuk berbuat;
berbuat kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya, untuk masa depan banyak orang.
Air mata ini deras membasahi hati, bibirku riuh mengucap takbir: Allahu Akbar!
bergetar hingga sum-sum tulang belakang, terasa aliran darah mengikuti irama zikir.

Sudah waktunya aku lebih banyak duduk daripada berdiri
walau sebenarnya aku berada di bawah dari sisi yang lain, namun aku bisa merangkak untuk dapat mengerti.
Mendengarkan, merangkul, memeluk erat, memberikan kenyamanan, mengumpulkan kekuatan, lalu berdiri bersama.
"Aku tak akan pergi, sayang!" Seperti Surga yang setia menunggu kita bahagia di sana bersama.

Jadi, aku lebih khawatir ketika kekurangan ini menjadi musibah yang diciptakan oleh diriku sendiri. Aku ingin membuat kekurangan ini adalah ujian; ya, begitulah! "Allah akan menguji pada titik terlemah kita." begitulah katanya.
Jadi, kekuranganku menjadi kekuatan untuk bisa bangkit. Menjadi orang yang berbeda!

Karena tidak akan pernah selesai jika aku harus menunggu menjadi orang kaya!
Kaya?
Seperti apa kaya itu?
Harta?
Tahta?
Jabatan?
............

Menjadi kaya dengan segala kekurangan;
dengan alasan itu menjadikan istimewa atas setiap yang aku lakukan
Istimewa bukan kemegahan.
Aku belajar sesuatu yang sederhana namun berkelas untukku; Priceless moment!
Aku akan menjadi orang bermakna untuk banyak orang, bukan orang yang hebat  karena diriku sendiri.

"Apa kontribusimu untuk agama Allah?" Itu saja pertanyaan yang mengancam hati-jiwa-pikiran sepanjang hidupku. Karena aku merasa investasiku untuk membangun rumah di Surga belum seberapa. Padahal aku janji dengan mereka; bahwa aku akan setia seperi Surga yang menanti kita untuk bahagia bersama.

(Air mata malam Kamis, 10 Januari 2018)